Definisi
Bila kadar hemoglobin kurang dari 11 g/dL.
Epidemiologi
Frekuensi di seluruh dunia cukup tinggi yaitu berkisar 10-20%, sedangkan di Indonesia mencapai 55% (data dari Dirjen Binkesmas Depkes RI).
Etiologi
Anemia yang di dapat:
Anemia defisiensi besi
Anemia akibat perdarahan akut
Anemia akibat inflamasi atau keganasan
Anemia megaloblastik
Anemia hemolitik yang didapat
Anemia aplastik atau hipoplastik
Anemia herediter:
Thalassemia
Hemoglobinopati sel bulan sabit
Hemoglobinopati lain
Anemia hemolitik herediter tanpa hemoglobinopati
Patogenesis/Patofisologi
Pada kehamilan tunggal, ibu memerlukan beso kira-kira sebanyak 800 mg, 300 mg untuk janin dan plasenta, sisanya 500 mg bila tersedia untuk ekspansi massa hemoglobin ibu, kira-kira 200 mg lagi dikeluarkan melalui usus, urin dan kulit. Pada kebanyakan wanita, jumlah total (1.000 mg) dianggap melebihi simpanan besi dan menyebabkan anemia defisiensi besi. Selama trimester kedua dengan ekspansi yang cukup cepat dari volume darah, defisiensi besi sering bermanifestasi melalui penurunan kadar hemoglobin. Dalam trimester ketiga, tambahan besi diperlukan untuk meningkatkan hemoglobin ibu dan untuk transpor ke janin.
Gejala klinis
Kebanyakan pasien asimptomatis, pucat, kuku dan kulit atropi. Sesak nafas, sesak saat bekerja berat dan ortopnea merupakan karakteristik klinis anemia.
Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan hemoglobin, indeks sel darah merah, dispersi lebar sel darah merah, besi serum, saturasi transferin, dan feritin serum.
Dasar diagnosis
Kadar Hb < 11 gr/dL, pada hapusan darah tepiditemukan mikrositosis dan hipokhromasi yang menonjol, kadar feritin serum kurang dari 12 µg/l.
Diagnosis banding
Thallasemia.
Defisiensi piridoksin.
Komplikasi
Terhadap ibu:
Letih
Kesegaran fisik menurun
Keluhan kardiovaskuler
Predisposisi untuk infeksi
Risiko perdarahan pospartum
Risiko terganggunya penyembuhan luka
Terhadap janin:
Persalinan preterm
Pertumbuhan terlambat (IUGR)
Kematian janin (IUFD)
Terhadap plasenta:
Hipoksia kronis
Tatalaksana
Penggunaan preparat besi oral adalah 200 mg per hari (2-3 mg/kg) berdasarkan kandungan besi pada preparat yang digunakan. Bila anemia cukup berat dan pasien dalam persalinan atau akan menjalani prosedur operasi emergensi maka transfusi darah menjadi pilihan terapi. Bila preparat besi oral tidak efektif karena absorpsi besi atau toleransi pasien yang buruk pemberian preparat besi parenteral dapat direkomendasikan.
Referensi
Cunningham.FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Hematological Disorders ini Williams Obstetrics, 22 nd edition, McGRAW-HILL medical Pusblishing Division, 20005: 1143-67.
Center for Disease Control www.cdc.gov Iron Deficiency in the United States http://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/mm5140al.htm#top
O Recommendations to Prevent and Control Iron Deficeincy Anemia http://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/00051880.htm
USDA Nutrient Data base www.usda.gov/fnic/cgi-bin/nut_search.pl
![ChestPain[1]](http://agungfarma.com/wp-content/uploads/2011/06/ChestPain1.jpg)






